Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kerusakan sebuah harddisk, diantaranya adalah:
Panas berlebih
Faktor suhu yang tinggi sangat berpengaruh pada harddisk, oleh sebab itu faktor pendinginan pada casing terutama penggunaan kipas pendingin dan tata letak harddisk perlu dipertimbangkan. Konstruksi casing juga perlu diperhatikan agar sirkulasi lancar. Guncangan
Yang dimaksud dengan kerusakan ini adalah kerusakan yang disebabkan oleh terjadinya guncangan keras misalkan cpu jatuh atau tepukul benda yang keras, sehingga akan menyebabkan berguncangnya kedudukan harddisk dan menyebabkan kerusakan harddisk secara fisik ataupun dapat menyebabkan data menjadi kacau.
Proses berhentinya putaran harddisk (Parkir)
Sebagai pengguna komputer, kita dapat memegang andil dalam rusaknya harddisk, hal ini terjadi apabila kita memakainya secara serampangan. Contoh yang paling mudah adalah, pada saat memakai harddisk tidak melakukan prosedur parkir sebelum mematikan komputer. Jika ini tidak dilakukan maka pada saat komputer dimatikan posisi head dapat berada di sembarang posisi, jika posisi tersebut berada pada dimana data disimpan dan head menyentuh permukaan disk maka data akan rusak karena rusaknya permukaan disk tersebut.
Badsektor pada Harddisk
Badsector pada harddisk dapat menyebabkan tidak dapat menggunakan ruang yang terkena bad tersebut. Gejala terjadinya badsector pada harddisk dapat dideteksi dari hal-hal sebagai berikut:
- Kesulitan membaca file atau programKesulitan ini ditandai dengan perlunya head membaca daerah tertentu beberapa kali (retry) sebelum akhirnya berhasil membacanya. Proses pergerakan head seperti pada saat membaca bad sector hanya saja setelah beberapa kali head berhasil dibaca.
- Dapat diformat tetapi tidak. dapat dibaca: kadang kadang suatu daerah harddisk dapat diformat dan dilaporkan ada tidaknya bad sector tetapi ketika dibaca head akan kesulitan membaca
- Tidak ada respon: Beberapa perintah baca atau tulis tidak ada respon (hang).
- Bad sector sementara: Sector yang dilaporkan rusak karena software dan secara fisik platter tidak rusak
- Bad sector permanent: Sector yang dilaporkan rusak secara fisik cacat.
- Piringan atau Platter: Platter harddisk sudah rusak, dapat disebabkan oleh goresan berat antar platter dan head.
Kalau hasil statistik dari perintah format menyebutkan adanya badsector, maka itu merupakan perwujudan dari keadaan rusak yang disebutkan. Kita tidak perlu bingung karena hal tersebut sudah biasa terjadi badsector yang disebabkan oleh perangkat lunak dapat dihilangkan dengan format ulang dari tahap yang paling rendah yaitu Low Level Formating.
Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena badsector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan menjadi 3:
- Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
- Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
- Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.
Untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak, hal ini harddisk harus dilakukan Low Level Format (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi maupun data didalam harddisk serta informasi badsector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk. Selanjutnya adalah dengan metode try dan error tahapan untuk ini sebagai berikut:
- Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).
- Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector.
- partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi.
- Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector.
Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk
KEKUATAN DAN KEINDAHAN KEPRIBADIAN SESEORANG
TERLETAK PADA KEIHKLASAN HATINYA